RT Kelola Rp150 Juta, DPMD Kukar Siapkan Pendekar Dampingi Pelaksanaannya

img

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Deddy Setyo Utomo, saat memberikan pembekalan kepada Pendekar Idaman Terbaik secara daring. (Doc. DPMD Kukar)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pengelolaan program RT Ku Terbaik dengan alokasi Rp150 juta langsung oleh masing-masing RT menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar).

 

Untuk memastikan program berjalan sesuai konsep yang telah ditetapkan, DPMD menyiapkan tenaga Pendekar Idaman Terbaik sebagai pendamping di lapangan.

 

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Deddy Setyo Utomo mengatakan para calon pendekar tingkat kecamatan, desa dan kelurahan telah melalui tahapan seleksi sebelum mengikuti pembekalan.

 

Pembekalan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (16/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita.

 

“Pembekalan pendekar itu dalam rangka mempersiapkan tenaga pendamping Pendekar Idaman Terbaik bagi tingkat kecamatan. Mereka sudah melalui seleksi, dari tes administrasi, tes tertulis, dan tes wawancara,” ujarnya kepada Poskotakaltimnews saat di hubungi, Kamis (17/9/2026).

 

Menurutnya, materi pembekalan salah satunya berfokus pada pemahaman terhadap konsep dasar program RT Ku Terbaik.

 

Pemahaman tersebut dinilai penting agar para pendekar mengetahui tugas dan fungsi mereka sebelum mulai melakukan pendampingan.

 

“Mereka diberikan informasi, pemahaman terhadap program RT Ku Terbaik, sehingga nanti harapannya sebagai tenaga pendamping mereka sudah memahami dulu konsep dasar program RT Ku Terbaik yang memang sudah disusun oleh Bapak Bupati,” jelasnya.

 

Selain materi program, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran Pendekar Idaman Terbaik.

 

Ia menegaskan, posisi pendekar saat ini berbeda dengan pendamping desa dan kelurahan pada periode sebelumnya.

 

Peraturan Bupati (Perbup) Kutai Kartanegara Nomor 11 Tahun 2026, pendekar kini diarahkan sebagai pendamping program dedikasi Kukar Idaman Terbaik, khususnya dalam pelaksanaan RT Ku Terbaik.

 

“Pendekar itu bukan lagi pendamping desa dan kelurahan, tetapi pendamping Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Jadi khusus untuk mendampingi program dedikasinya Bapak Bupati, terutama RT Ku Terbaik,” ungkapnya.

 

Ruang lingkup pendampingan tetap mencakup RT, desa, kelurahan maupun kecamatan, tetapi berkaitan dengan pelaksanaan program Idaman Terbaik.

 

Pendekar juga dapat menerima penugasan lain dari pimpinan sesuai ketentuan dalam Perbup tersebut.

 

Ia mengatakan keberadaan pendamping menjadi penting karena pengelolaan program RT Ku Terbaik kini mengalami perubahan nilai dan mekanisme.

 

Jika sebelumnya alokasi yang diterima sebesar Rp50 juta dikelola oleh kelompok kerja (pokja), kini anggaran Rp150 juta tersebut dikelola langsung oleh RT.

 

“Karena RT ini kan macam-macam latar belakangnya, ya. Ada latar belakang pendidikannya maupun usia, tentunya ini jadi tantangan bagaimana RT menjalankan program Rp150 juta,” kata dia.

 

Perubahan tersebut membuat RT memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menjalankan program.

 

Karena itu, DPMD berharap tenaga pendekar dapat membantu memberikan pendampingan kepada RT sesuai ruang lingkup tugas yang telah ditetapkan.

 

“Yang sebelumnya Rp50 juta itu dikelola oleh pokja dan saat ini yang Rp150 juta dikelola langsung oleh RT,” ucapnya.

 

Pembekalan juga dilakukan secara daring lantaran DPMD tidak memiliki anggaran untuk pelaksanaan kegiatan secara tatap muka.

 

Peserta diwajibkan mengikuti kegiatan dengan kamera menyala agar dapat menyimak pemaparan dari narasumber.

 

Narasumber dalam pembekalan berasal dari DPMD serta tenaga pendekar tingkat kabupaten yang telah mendapatkan SKK.

 

Sementara itu, pendekar tingkat kecamatan, desa dan kelurahan telah ditetapkan melalui proses seleksi dan selanjutnya dipersiapkan sebelum penugasan.

 

"Harapannya pembekalan tersebut membuat para pendekar memahami konsep program sekaligus mampu menjalankan fungsi pendampingan ketika diterjunkan ke lapangan," pungkasnya. (Kriz)